Novelty Themehttps://www.lp3mzh.id/index.php/bahtsuna/issue/feedBAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam2026-07-30T02:27:03+00:00Admin 1bahtsuna.unzah@gmail.comOpen Journal Systems<p>BAHTSUNA is an Journal of Islamic Education Reserch Service belonging to the Zainul Hasan Islamic University Genggong Kraksaan Probolinggo. BAHTSUNA is a journal that contains scientific works related to thoughts or research about Islamic Dedication. The existence of the journal BAHTSUNA is certainly very important in exploring, enriching, and developing thoughts and theories and research on Islamic Education Section. Thus, BAHTSUNA journal will make a positive contribution in enriching the treasures of thought in the Islamic Education Reserch, e-ISSN: 2807-5676 .</p>https://www.lp3mzh.id/index.php/bahtsuna/article/view/693Model internalisasi nilai-nilai sembilan budi utama pada santri SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan badan pengkajian dan penerapan teknologi Genggong Probolinggo2026-07-25T02:27:53+00:00Muhammad Muhammademhahasby@gmailMufarrihul Hazinemhahasby@gmail.comUmi Salamahemhahasby@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model internalisasi nilai-nilai Sembilan Karakter Utama pada siswa अंतरिक्ष (Instagram) dan menganalisis implikasinya terhadap pembentukan karakter mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Sembilan Karakter Utama diimplementasikan melalui model integratif yang menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum अंतरिक्ष. Model ini diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, peran guru sebagai panutan, dan penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan akhlak. Proses internalisasi tidak hanya terjadi pada aspek kognitif melalui penyampaian materi, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotor melalui praktik dan pembiasaan yang berkelanjutan. Implikasi dari penerapan model ini terlihat pada peningkatan kepatuhan siswa terhadap peraturan sekolah, pengembangan disiplin, tanggung jawab, kesopanan, dan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai Sembilan Karakter Utama dalam interaksi sehari-hari. Studi ini berkontribusi dalam menawarkan model internalisasi karakter berdasarkan integrasi kurikulum dan budaya pesantren yang memperkuat sinergi antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Temuan ini memberikan alternatif konseptual dan praktis bagi lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan strategi pendidikan karakter yang tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan tetapi juga pada pengembangan kepribadian dan moral siswa yang berkelanjutan.</span></span></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islamhttps://www.lp3mzh.id/index.php/bahtsuna/article/view/688Nilai-nilai pendidikan aqil baligh dalam membentuk sikap hormat siswa kepada Guru2026-07-25T02:44:40+00:00Rahma Wanda Novianirahmawandanv@gmail.comHayati Hayati Hayati1@gmail.comNurbayani Nurbayaninurbayani.ali1@ar-raniry.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan aqil baligh dalam membentuk sikap hormat siswa kepada guru serta membangun karakter tanggung jawab dan religius pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis library research melalui pengkajian berbagai jurnal, buku, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan aqil baligh memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran spiritual, moral, dan sosial sejak anak memasuki usia baligh. Pada fase ini peserta didik tidak hanya mengalami perubahan biologis, tetapi juga mulai memikul tanggung jawab syariat dan sosial sebagai seorang Muslim. Penanaman nilai-nilai aqil baligh melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, dan lingkungan pendidikan yang religius mampu membentuk sikap hormat kepada guru, meningkatkan kedisiplinan, serta mendorong tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. Oleh karena itu, pendidikan aqil baligh perlu diterapkan secara berkesinambungan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat agar terbentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan memiliki karakter religius yang kuat di era digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam